Showing posts with label Jejak Islam. Show all posts
Showing posts with label Jejak Islam. Show all posts

Sultan Muhammad AL-Fateh (MUJAHID ANAK MUDA)

22 September 2011

0 comments

Rasulullah SAW bersabda: Konstantinopel akan jatuh ke tangan seorang ketua yang baik lagi beragama, (tenteranya) tidak melampau, tidak mencuri dan (rakyatnya) tidak penipu dan tidak bergaul bebas. (Riwayat Al Imam Abu Al Hasan Ahmad bin Jaafar) Dipetik dari kitab ‘Ukduddurar Fi Akhbar Al Muntazar.

Dalam Hadis yang lain, Sabda Rasulullah SAW ketika menggali parit dalam peperanganKhandaq, "...Konstantinopel (kini Istanbul)
akan jatuh ke tangan tentera Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, tenteranya adalah sebaik-baik tentera.."
(Hadis riwayatImam Ahmad)

Umat Islam berlumba-lumba membebaskan Konstantinopel untuk mendapatkan penghormatan yang dijanjikan oleh Allah SWT dalam hadis tersebut. Walau bagaimanapun, kesemua ekspedisi yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, LIMA ekspedisi dizaman Kerajaan Umaiyyah, SATU ekspedisi di zaman Kerajaan Abbasiyyah dan DUA ekspedisi di zaman Kerajaan Uthmaniyyah.
Dalam salah sebuah ekspedisi semasa zaman Kerajaan Umaiyyah, seorang sahabat Nabi SAW iaitu Abu Ayyub Al-Ansary RA telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, "Aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa merekamembebaskan Konstantinopel".

Bayangkankalau mereka sudah jemu dan tidak percaya selepas kesemua ekspedisi untuk merealisasikan hadis nabi bagaimana? Tapi jawapannya tidak. Kata-kata nabi pasti menjadi kenyataan. InsyaAllah.

Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi SAW. Hadis Nabi SAW ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al-Fateh, khalifah ke-7 Kerajaan Uthmaniyyah dengan 250,000 orang tenteranya.
Siapakah Sultan Muhammad Al-Fateh?
Apakah kehebatan baginda dan tentera-
tenteranya sehingga disebut "sebaik-baik
raja" dan "sebaik-baik tentera" dalam hadis
tersebut?

Para Sahabat dan salafussoleh berlumba-lumba untuk merebut janji ALLAH tentang kejatuhan Konstantinopel itu. Dengan harapan di tangan merekalah berlaku janji itu. Tetapi mereka gagal sehinggalah 800 tahun sesudah kewafatan Rasulullah. Hal itu baru terjadi di tangan Muhammad Al Fateh, keturunan Bani Usman. Yg ekoran dari itulah Turki Usmaniah akhirnya muncul menjadi empayar kepada tiga benua dengan dua puluh sembilan buah negara di bawah takluknya. Hingga hari ini, kalau kita ke Turki, kita masih dapat saksikan kesan-kesan kegemilangan dan kegagahan Islam yang ditinggalkan itu.

Credit:Pendedahan Konspirasi & penipuan Dunia (Group FB)


As-Sabiqunal Awwalun :KHALIFAH UMAR AL KHATAB

30 June 2011

0 comments
'Umar adalah seorang lelaki yang sangat agung.Dia dikenal kerana keberaniannya sepanjang sejarah,tegas dalam menyampaikan pendapat,berpandangan luas,pandai memelihara diri,gigih dan jujur dalam membela kebenaran.Sejarah hidupnya layak dipelajari dan diteliti.'Umar adalah contoh dalam keberanian,istiqamah,adil dan mawas diri.'Umar tidak merasa malu jika harus langsung memantau keadaan rakyatnya.Dia zuhud di dunia dan selalu berusaha menyampaikan kebenaran kepada seluruh rakyatnya.


'Umar tidak pilih kasih.Dia tidak membela orang yang berkedudukan tinggi,terhormat,kaya raya,atau kerabatnya.Dia juga tidak menganggap sepele permasalahan yang dihadapi oleh rakyat biasa atau miskin.
Dia telah menggabungkan antara ilmu dan amal,dan membuat para ulama kagum.Dia sangat piawai dalam berpolitik.Selain itu,dia adil dalam bersikap sehingga membuat para penguasa lain tidak mampu menandinginya.Pada saat yang sama,dia adalah seorang yang zuhud dan penyabar.Padahal,para penguasa dan zahid lainnya tidak mampu berbuat seperti apa yang dia lakukan.


Rasulullah Saw.bersabda,"Allah Saw.telah menjadikan kebenaran pada lidah dan hati'Umar."
Ada yang bertanya kepada Abu Bakar,"Apa yang Anda katakan kepada Tuhan,setelah Anda mengangkat 'Umar sebagai pemimpin kami?""Aku telah memilih yang terbaik untuk mereka dari kalangan mereka sendiri."Jawab Abu Bakar.


Ibnu'Abbas r.a meriwayatkan,ketika'Umar ditikam dengan pisau dari belakang,Ali berkata di samping kepala 'Umar,""Umar adalah umat yang paling disenangi,hingga Allah membentangkan buku catatan amalnya."





Allah Merahmati Orang Yang Berfikir

'Umar r.a. berkata."Dunia adalah angan-angan yang sangat terbatas,waktu yang selalu berkurang,dan mengantarkan ke dunia lain,berjalan  menuju kematian yang pasti.Sedangkan Allah merahmati orang yang memikirkan urusannya,selalu menasihati dirinya,merasa dipantau oleh Tuhannya,dan selalu berusaha menghindari dosa."

Selama Anda Masih Bertaqwa

Al-Mughirah berkata kepada 'Umar,"Kami akan selalu baik selama Anda masih ada."Mendengar itu,'Umar berkata,"Anda akan selalu baik selama Anda masih bertaqwa kepada Allah."

Jangan Terlalu Banyak Makan

'Umar r.a. berkata,"Hati-hatilah dengan perut yang terlalu kenyang .Perut terlalu kenyang menyebabkan malas untuk melaksanakan solat,berbahaya terhadap kesihatan,dan menimbulkan banyak penyakit.Aturlah cara makan kalian agar tidak berlebihan!Makan teratur dapat menyihatkan tubuh dan memperkuat badan untuk beribadah.Ketahuilah,seseorang akan celaka ketika agamanya dikalahkan oleh hawa nafsunya.

Bacalah Al-Qur'an

'Umar r.a. berkata."Baca,kenali,dan amlkanlah ajaran al-Qur'an!Dengan demikian,kalian termasuk ahlinya.Ketahuilah,kebenaran tidak mungkin sampai pada seseorang jika dia durhaka kepada Allah.
Dalam harta pemberian  Allah,aku telah menjadikan diriku seperti anak yatim.Jika aku tidak butuh,aku tidak mungkin mencarinya.Dan,jika aku butuh,aku mengambilnya dengan cara yang baik dan terpuji.

Allah Memelihara orang Yang Bertaqwa

'Umar r.a. pernah menulis surat kepada putranya,Abdullah,"Orang yang bertaqwa pasti dipelihara Allah.Orang yang bertaqakal pasti dicukupi.Orang yang meminjami Allah pasti diberi imbalan berlipat ganda.Dan orang yang pandai bersyukur pasti ditambah nikmatnya.Oleh sebab itu,bertaqwalah kepada Allah,anakku!Orang yang tidak berniat,tidak mempunyai teman.Dan,tidak ada yang baru bagi orang yang tidak mempunyai rencana."

Jangan Mencelakai Diri Sendiri

Diantara isi surat 'Umar kepada Abu Musa,"Saudaraku,berhati-hatilah!Jangan sampai Anda seperti binatang ternak yang melintasi sebuah lembah,ia tidak mempunyai harapan apa-apa selain mempergemukkan diri,padahal ia pasti binasa dengan badannya yang gemuk itu."

Siapa Pemikul Dosaku?

'Umar bin Khathab r.a. pernah memikul sekarung tepung untuk dibagikan kepada orang fakir.Sebahagian sahabatnya berkata,"Biarkan saya yang memikul tepung ini."
'Umar menjawab,"Kalau begitu,siapa akan memikul dosa-dosaku pada Hari Kiamat.?"

Jangan Takut Mati

'Umar r.a. berkata."Tinggalkanlah setiap perbuatann yang membuat Anda benci menghadapi kematian.Dengan demikian,Anda selalu siap menghadapi kematian itu."

Sebagai Pemimpin.Bertaqwalah Kepada Allah

'Umar r.a. berkata."Pemimpin yang berusaha menjauh,pasti dijauhi rakyatnya.Dan,orang yang paling sengsara adalah pemimpin yang menyengsarakan rakyatnya."

Pencari Dunia dan pencari Akhirat

'Umar r.a. berkata,"Manusia terdiri dari dua golongan.Pertama,pencari dunia.Golongan ini sebaiknya dijauhi.Bisa jadi,setelah dia mendapatkan apa yang dia cari,dia malah celaka.Atau,bisa jadi apa yang dia cari itu tidak tercapai,dan dia mati dalam buaian angan-angannya.Kedua,pencari akhirat.Jika kalian melihatnya,maka berlumbalah dengannya."

Mengharapkan Pahala Allah

'Umar r.a. berpesan,"Saudaraku,seseorang pernah datang kepaku,dia adalah orang yang senang membaca al-Qur'an.Aku mengira dia membaca al-Qur'an  kerana mengharap pahala Allah,ternyata dugaanku keliru.Ada sekelompok orang yang membaca al-Qur'an kerana mengharapkan balasan dari orang lain.Jangan kalian lakukan hal seperti itu! Carilah redha Allah dengan amal-amal kalian!

Aku mengenal kalian ketika wahyu turun dan ketika Nabi masih ada di antara kita.Sekarang wahyu sudah terputus dan Nabi telah tiada.Aku mengenal kalian dengan apa yang aku sampaikan kepada kalian.

Siapa saja yang memperlihatkan kebaikan kepada kita,kita pasti menduganya sebagai orang yang baik dan kita segera menyanjungi kebaikannya.Sebaliknya,siapa saja yang memperlihatkan keburukan,kita pasti menduganya sebagai orang yang tidak baik dan kita segera mengutuknya.Kendalikan dan tundukkan hawa nafsu ini!Nafsu seperti ini selalu mengajak kepada kejahatan.

Kebenaran sangat berat dan pahit,Sementara kebatilan sangat ringan dan manis.Menghindari perbuatan salah jauh lebih baik daripada menyesalinya dengan taubat.Ingatlah,menuruti hawa nafsu sesaat hanya membuahkan penyesalan berlarut-larut.

Hidup Bermasyarakat

'Umar bin Khaththab r.a. berpesan,"Aku tidak mungkin menyeksa orang yang derhaka kepada Allah seperti orang yang patuh dan taat.

Ambillah hikmah dari perilaku saudaramu!Jangan  pernah menduga apa yang diucapkan seorang muslim,sekalipun itu satu patah kata,sebagai kejahatan,kerana di dalamnya pasti ada kebaikan yang tersembunyi!

Jangan pernah menganggap enteng sumpah! Jika kalian tetap melakukannya,Allah pasti menghina kalian.

Jangan pernah mengurus sesuatu yang tidak bermanfaat!Jangan banyak bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi,kerana itu hanya membuang  waktu dan merepotkan.

Jangan pernah mencari musuh!Hati-hatilah dengan saudaramu,kecuali saudara yang jujur.Saudara yang jujur adalah yang takut kepada Allah.

Khusyuklah ketika ziarah kubur!Merasa rendahlah ketika beribadah! jika terlanjur bermaksiat,segeralah bertaubat.Selalu bermusyawarahlah dengan orang-orang yang takut kepada Allah dalam segala urusan."


Buah Belajar Kerana Allah.

Belajar kerana Allah dapat berbuah kekhusyukan dan takut kepada-Nya.Jka rasa takut tidak tumbuh,maka itu ertinya hati telah lalai.Rasa takut merupakan buah ilmu.Sementara berharap adalah buah keyakinan.

Orang yang menginginkan syurga pasti berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya.Begitu juga,orang yang takut terhadap neraka pasti berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya.

Cinta dan benci ada tandanya.Orang yang kita dapati melakukan amal penduduk syurga,menunjukkan bahawa dia sudah yakin.Sedangkan orang yang kita dapati melakukan perbuatan penghuni neraka,menunjukkan bahawa dia masih dalam keragu-raguan.

Jika kita menemukan seseorang berjalan membelakangi Mekah,kemudian dia mengaku ingin menunaikan ibadah haji,kita tidak mungkin memeprcayainya.Begitu juga,jika kita menemukan orang itu menjadi imam di Mekah,kemudian dia mengatakan  tidak ingin menunaikan ibadah haji,kita juga tidak mungkin membenarkannya.


Jangan Binasakan Diri Sendiri

'Umar r.a. berpesan,"Saudaraku,jangan sampai membinasakan diri sendiri!Siapa yang menanam dialah yang memetik.

Jangan sia-siakan waktu luang!Setiap perbuatanmu pasti dicatat dan dikembalikan kepadamu.

Jika kamu terlanjur berbuat jahat,segera ikuti dengan perbuatan baik,Yang aku tahu,perbuatan yang harus didahulukan adalah berbuat baik setelah berbuat dosa."

Sumber Kefakiran.

'Umar r.a. berpesan,"Ada tiga perkara yang menjadi sumber kefakiran.Pertama,tetangga yang ketika meligat kebaikan,dia diam saja.Sebaliknya ketika melihat keburukan dia menyebarkannya.Kedua,isteri yang lidahnya selalu menyakiti Anda,dan ketika Anda meninggalkannya dirumah,dia tidak bisa dipercayai.Ketiga,penguasa yang jika Anda berbuat baik kepadanya,dia tidak menghargai.Jika Anda melakukan kesalahan,dia membunuh Anda.'

Tiga Kelompok Lelaki dan Perempuan

'Umar r.a. berpesan,"Perempuan terdiri dari tiga kelompok.Pertama perempuan yang memelihara dirinya,lembut,penyayang,banyak melahirkan,suka membantu keluarga,dan tidak suka membebani keluarga.Perempuan seperti ini sangat langka.Kedua,perempuan yang hanya memproduksi anak,tidak lebih dari itu.Ketiga,perempuan yang suka menipu.Allah telah membebankan perempuan seperti ini kepada orang yang dikehendaki-Nya.

Lelaki pun terdiri dari tiga kelompok.Pertama,lelaki yang berakal.Lelaki seperti ini tidak gegabah dan tepat mengambil keputusan.Kedua,lelaki yang tidak mempunyai pendirian dan gampang terombang -ambing.Ketiga,lelaki yang linglung.Dia berjalan tanpa arah dan tidak mahu mengikuti petunjuk orang lain."

Mencintai Atau Membenci Sewajarnya

'Umar r.a. berpesan,"Jangan terlalu mencintai hingga membabi buta.Jangan pula membenci hingga menghilangkan kebenaran."

'Umar Tidak Tidur Malam

Ada yang bertanya kepada 'Umar r.a.,"Kenapa Anda tidak tidur pada malam hari?"'Umar menjawab,"Jika aku tidur pada malam hari,aku telah menyia-nyiakan diriku.Jika aku tidur pada siang hari,aku telah menyia-syiakan rakyatku."

Jangan Menyepelekan Cita-cita

'Umar r.a. berpesan,"Jangan pernah meremehkan cita-cita dan tekad kalian.Yang aku tahu,orang yang paling kecewa adalah yang kandas cita-citanya.

Tiga Perkara Yang Meningkatkan Iman

'Umar r.a. berpesan,"Orang yang tidak memiliki tiga perkara berikut,bererti imannya belum bermanfaat.Tiga perkara tersebut adalah:santun ketika mengingatkan orang lain;wara' yang menjauhkannya dari hal-hal yang haram;dan akhlak mulia dalam bermasyarakat."

Pesan 'Umar Kepada Pasukannya

'Umar bin Khaththab r.a. pernah berpesan kepada pasukannya,"Dengan nama Allah,bersama Allah,dan berkat pertolongan Allah,berangkatlah kalian dengan kekuatan serta pertolongan Allah!Tegakkan  kebenaran dan tetaplah bersabar! Berjuanglah di jalan Allah dalam menghadapi orang kafir dan jangan melampaui batas!Sebab,Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.

Ketika bertemu musuh,jangan bermental pengecut!Selain itu,jangan lalai ketika kekuatan dan kemampuan masih ada!Dan,jangan terlalu berbangga ketika memperoleh kemenanagn!Lindungilah mereka ketika perang sedang berkecamuk dan ketika kalian menyerang musuh!

Jangan Sombong

Diriwayatkan bahawa 'Umar r.a. pernah didapati memikul kantung air.Lalu ada yang bertanya,"Amirul-Mukminin,apa yang engkau lakukan?"'Umar menjawab,"Aku merasakan diriku sudah mulai sombong,aku ingin menundukkan perasaan itu."

Menjaga rahsia

'Umar r.a. berkata,"Orang yang menjaga rahsianya,yang terbaik pasti berada di tangannya."

Mencari Teman Yang Jujur

'Umar r.a. berpesan,"Carilah teman yang jujur,dia pasti melindungi Anda.Teman yang jujur merupakan perhiasan dalam kelapangan dan bekal dalam menghadapi cubaan."

Pengukuh Cinta

'Umar r.a. berpesan,"Ada tiga perkara yang dapat memperkukuhkan rasa cinta di hati saudara Anda.Jika Anda bertemu,ucapkanlah salam! Jika dia bertemu ,hormatilah dia;panggillah dia dengan nama yang paling dia senang!"

Berbuat Baik

'Umar r.a. berkata,"Seseorang sudah dikatakan melakukan perbuatan baik jika ia menikmati makanan halal yang diperolehnya.Perbanyaklah keturunan,kerana kalian tidak tahu melalui siapa kalian diberi rezeki."

Introspeksi Disi Seblum Dihisab

'Umar r.a. berpsesan,"Introspeksilah diri kalian sebelum menghadapi hari perhitungan.Timbanglah kebaikan  kalian sebelum ditimbang di hadapan Allah.Ketika hidup di dunia,hitunglah setiap amal kalian,agai kalian lebih mudah menghadapi perhitungan pada Hari Kiamat.Bersiaplah menghadapi hari berbangkit yang sangat dahsyat.Pada hari itu,kalian akan menghadap Allah.Tak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan dari Allah."

Banyak Tertawa,Mengurangi Wibawa

'Umar r.a. berpesan kepada al-Ahnaf bin Qais,"Ahnaf,banyak tertawa dapat mengurangi wibawa.Orang yang banyak bergurau akan menjadi rendah.Orang yang sering berbuat sesuatu.pasti dikenal dengan  perbuatan itu.

Orang yang banyak bicara,tentu banyak sa;ah dan sifat malunya berkurang.Orang yang kurang rasa malunya,sifat wara'nya hanya sedikit.Orang yang sedikit wara'nya,hatinya telah mati.'

Menyesali Diri Sendiri

'Umar r.a. berkata,"Orang yang menempatkan dirinya pada satu tuduhan,jangan pernah menyesal jika ada orang yang berprasangka buruk kepadanya."

SUMBER: AZRINKUN (PERINTIS SETIA HQ)

As-Sabiqunal Awwalun :SAIYIDINA ABU BAKAR AS-SIDDIQ R.A.

0 comments
Dialah yang dijuluki ash-Shiddiq,'Abdullah bin Abu Quhafah Teman Rasulullah saw,ketika hijrah,yang berdua-duaan dengan beliau ketika berada dalam gua.Dia mengorbankan semua harta bendanya di jalan Allah.Menyerahkan jiwa raganya kepada Allah dan Rasul-Nya.Tidak pernah mengatakan,"Tidak"dan tidak pernah bertanya"kenapa?"kepada Rasulullah saw.Tetap tegar ketika banyak sahabat gundah mendengar berita wafatnya Rasulullah.Dia adalah teman setia Rasulullah saw.didunia dan akhirat.Dia adalah lelaki dewasa pertama masuk Islam.penyeru ke jalan Allah.Ada lima orang yang memeluk Islam dan dijamin masuk syurga berkat bimbingannya.Khalifah pertama setelah Rasulullah saw.wafat.


Sabda Rasulullah Saw.tentang Abu Bakar r.a.."Seandainya aku boleh memilih seorang kekasih selain Allah,aku pasti memilih Abu Bakar sebagai teman setia.Namun,Allah telah menjadikannya sebagai saudara dan kekasih dalam Islam."
Perkataan 'Umar r.a. tentang Abu Bakar"Abu Bakar adalah penghulu kami.Dia juga memerdekakan penghulu kami,iaitu Bilal bin Rabah."
"Aku lebih suka mati daripada harus memerangi satu kaum yang di dalamnya ada Abu Bakar."
Ibnu 'Umar r.a. berkata,"Pada masa Rasulullah Saw,kami memilih orang-orang terbaik,maka terpilihlah Abu Bakar,kemudian 'Umar bin Khaththab,dan 'Uthsman bin 'Affan.Semoga mereka diredhai Allah."





Saudaraku,Malulah Kepada Allah

Zubair meriwayatkan bahawa Abu Bakar r.a. berkata,"Saudaraku,malulah kepada Allah! Demi zat yang kehidupanku ada dalam genggaman-Nya,ketika aku buang hajat di tempat terbuka,aku menutupi kepalaku dengan rapat kerana malu kepada Allah."(Ibnu Syaibah)

'Amru bin Dinar meriwayatkan bahawa Abu Bakar r.a. berkata,"Malulah kepada Allah! Sungguh,ketika buang hajat,aku pasti  bersandar ke dinding kerana malu kepada Allah."


Mati Lebih Mudah Daripada Hidup

Sufyan bin 'Uyaynah meriwayatkan bahawa setiap kali Abu Bakar r.a. mendatangi orang yang mendapat musibah,dia berkata,"Orang yang dijenguk bukanlah orang yang mendapat musibah.Orang yang meratapi kematian tidak mendapat keuntungan apa-apa.Dibanding kehidupan ini,kematian adalah persoalan ringan.Tapi,dibanding kehidupan selanjutnya,kematian adalah persoalan berat.Ingatlah,ketika kalian kehilangan Rasulullah Saw!Semoga musibah yang kalian hadapi terasa ringan,namun Allah menyiapkan pahala yang besar untuk kalian."(Ibnu 'Asakir)


Nasihat Abu Bakar Kepada Pasukannya

Abu 'Umar al-Juni meriwayatkan bahawa Abu Bakar mengutus pasukan ke Syam di bawah pimpinan Yazid bin Abu Sufyan.Abu Bakar berpesan,"Ada sepuluh pesan untukmu.Jangan membunuh perempuan,anak-anak,orang tua.Jangan menebang pohon yang sedang berbuah,jangan merobohkan bangunan,jangan membunuh kambing dan unta kecuali untuk dimakan,jangan menebang atau membakar pohon kurma,jangan berkhianat dan menjadi pengecut."(Baihaqi)

Pesan Abu Bakar Untuk Melindungi Keluarga Nabi
Ibnu'Umar meriwayatkan Abu Bakar berkata."Lindungilah keluarga Rasulullah Saw!"(Bukhari)


Pemimpin Baik,Rakyat Sejahtera

Abu Qais bin Abu Hazim meriwayatkan bahawa Abu Bakar mendatangi seorang perempuan suku Ahmas bernama Zainab.Abu Bakar mendapati perempuan itu tidak mahu berbicara,lalu Abu Bakar bertanya kepada orang di sekitarnya,"Kenapa dia tidak mahu berbicara.?"

"Dia sedang mogok bicara."Jawab mereka.
"Berbicaralah!Ini tidak benar.Ini adalah perbuatan yang biasa dilakukan orang Jahiliah,"Kata Abu Bakar kepada Zainab.

"Anda Siapa?"Zainab balik bertanya.
"Aku adalah orang Muhajirin."
"Orang Muhajirin yang mana?"
"Yang berasal dari Suku Quraisy."
"Quraisy yang mana?"
"Pertanyaanmu terlalu banyak,aku ini Abu Bakar."
"Sampai kapan ketenteraman ini akan berlanjutan setelah diselamatkan oleh Allah dari masa Jahiliah?"
"Kalian akan tetap sejahtera selama pemimpin kalian masih istiqamah."
"Siapa pemimpin itu?"
"Bukankah dalam kaummu ada orang yang dihormati dan perintahnya selalu diikuti kaumnya?"
"Ya,ada."
"Merekalah yang aku maksudkan."(Bukhari)


Yang Soleh Habis Perlahan-Lahan

Abu Bakar r.a. berkata."Orang-orang saleh itu akan dicabut satu persatu,sehingga manusia hanya tinggal yang fasik saja,seperti serbuk kurma dan gandum.Allah sudah tidak peduli lagi terhadap mereka."(Ahmad)


Nikmatnya Menjadi Burung

Mu'adz bin Jabal meriwayatkan bahawa Abu Bakar memasuki tempat buang hajat dibawah pohon.Dia menghela nafas sambil melihat ke atas,kemudian berkata,"Beruntunglah engkau,wahai burung.Engkau makan buah-buahan yang dihasilkan oelh pohon ini,berlindung dibawahnya,dan pergi tanpa dihisab.Alangkah beruntungnya bila aku sepertimu."


Jadikan Aku Lebih Baik Dari Praduga Mereka

Al-Ashma'i meriwayatkan,setiap kali dipuji.Abu Bakar berkata,"Ya Allah,Engkau Mahatahu tentang diriku.Dan,aku lebih tahu tentang diriku daripada mereka.Ya Allah,jadikanlah aku lebih baik dari praduga mereka!Ampunilah aku dari segala yang tidak mereka ketahui!Jangan seksa aku dengan segala yang mereka katakan!""
Abu Bakar juga pernah berkata,"Aku ingin menjadi sehelai rambut yang tumbuh di badan seorang Mukmin."(Ahmad)
Dia juga berkata,"Aku ingin seperti sayur yang dimakan oleh serangga.
"


Jangan Putus Asa

Tsabit al-Bannani meriwayatkan bahawa Abu Bakar pernah melantunkan syair berikut:

Seseorang selalu ingin mati hingga kematian menjemputnya
Seorang pemuda terkadang berharap mati,
tapi yang mati justru orang lain.


Hanya Allah Doktorku

Ketika Abu Bakar sedang sakit,dia bertanya,"Bagaimana jika Anda dirawat oleh seorang doktor?"
"Dia telah melihat dan memeriksaku,"jawab Abu Bakar.
"Apa kata doktor itu?"
"Sang doktor berkata,"Aku pasti melakukan apa saja yang aku kehendaki.""


Sebenarnya Kalian Mencaci Diri Sendiri

Seorang lelaki berkata kepada Abu Bakar,"Sumpah,aku akan mencaci maki Anda hingga cacian itu mengikuti Anda ke dalam kubur."
Abu Bakar berkata,"Sebaliknya,cacian itu akan selalu bersamamu,tidak mungkin masuk kubur bersamaku."


Hamba Pilihan Allah

Abu Bakar r.a. berkata,"Orang yang memilih empat hal berikut adalah hamba pilihan Allah:bergembira ketika melihat orang bertaubat:memintakan ampun kepada orang yang berdosa:mendoakan orang yang berhutang:dan menolong orang untuk berbuat baik."


Solat Penebus Neraka

Setiap waktu shalat tiba,Abu Bakar r.a. berkata,"Berdiri dan padamkan api yang kalian nyalakan itu!"Maksudnya adalah,laksanakanlah Shalat untuk menghapuskan dosa-dosa yang dapat menyebabkan masuk ke dalam api neraka-sebagaimana firman Allah Swt..

"Dan dirikanlah solat itu pada kedua tepi siang(pagi dan petang) dan pada permulaan malam.Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan(dosa)perbuatan-perbuatan yang buruk.Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat."(QA.Hud[11]:114)


Pesan Abu Bakar Kepada Khalid Bin Al-Walid

Abu Bakar berpesan kepada Khalid bin al-Walid yang telah memimpin beberapa kali pertempuran  ,"Perbanyakkanlah bekal dan carilah penunjuk jalan!Jika utusan musuh mendatangimu,laranglah prajuritmu berbicara dengan mereka,sehingga utusan itu pergi tanpa mendapatkan informasi apa pun tentang dirimu.Selain itu,jangan banyak berbicara,kerana kunci kemenangan berasal dari ucapanmu.Jauhkan tempatmu dari tempat prajurit.kerana tempat tinggal yang berdekatan prajurit mempermudahkan mata-mata musuh mengintaimu.Jangan pernah membunuh musuh kerana benci dan marah,kerana hal itu dapat mencerai-beraikan kekuatanmu!"


Manusia Yang Paling Sengsara

Abu Bakar r.a. berkata,"Manusia yang paling sengsara adalah para raja.Dia melihat setiap orang yang mendatanginya sebagai budak."Lalu Abu Bakar berpesan,"Mereka itu gegabah dan zalim.Tahukah kalian,setiap raja yang berkuasa itu ajalnya menjadi pendek?Dia selalu dihantui oleh rasa takut dan sedih berkepanjangan.Dalam pandangannya sendiri,dia telah berbuat banyak,padahal rakyat menganggapnya masih kurang bijaksana dan kurang adil.Dia selalu merasa kurang,padahal kekayaannya sudah bertumpuk."


Jangan Bercerai Berai

Abu Bakar r.a. berkata,"Di mana orang-orang yang kalian kenal?Ayah,anak,saudara,dan kerabat kalian?Mereka telah mendapatkan segala yang pernah mereka lakukan.Setelah mati,mereka pasti bertemu dengan kesengsaraan atau kebahagiaan.
Saudaraku! Ketahuilah,Allah hanya memberi kebaikan dan menghindarkan dari kejahatan bagi orang yang taat  dan mengikuti semua perintah-Nya.Jika kalian ingin selamat di dunia dan akhirat,maka dengar,patuh,dan taatlah kepada-Nya,dan jangan pula bercerai berai.Bercerai-berai hanya akan memporak-porandakan tujuan kalian.Bersatulah dalam menjalankan perintah Allah!"


Pesan Abu Bakar Kepada 'Umar bin Khaththab

Abu Bakar r.a. pernah berpesan kepada 'Umar bin Khaththab r.a. "Umar,setelah aku wafat,nanti,aku menjadikanmu sebagai penggantiku.Pesanku:selalu bertaqwalah kepada Allah!

Ketika Allah menerima amal malam hari,Dia tidak akan menerima amal tersebut pada siang hari.Dan,ketika Allah menerima ajal siang hari,Dia tidak akan menerima amal itu di malam hari.Allah tidak mungkin menerima amal yang sunah jika yang fardhu belum ditunaikan.

Beratnya  timbangan samal seseorang pada Hari Kiamat kerana banyak dan baiknya ibadah di dunia.Sungguh,timbangan amal menjadi berat kerana dibebani amal baik.Dan ringannya timbangan amal seseorang pada Hari Kiamat kerana kejahatannya yang banyak di dunia.Sungguh,timbangan yang hanya dibebani amal jahat menjadi ringan.

Allah Swt.telah menyebut-nyebut penduduk syurga dengan menyebut-nyebut amal baik mereka dan mengampuni dosa mereka.Sungguh,aku ingin seperti mereka.Dan Allah menyebut-nyebut penghuni neraka dengan menyebut-nyebut kejahatan mereka sekalipun tidak mengingkari kebaikan mereka.Sungguh,aku tidak ingin seperti mereka.

Allah Swt,menyebutkan keadilan bermasaan dengan ayat-ayat rahmat.Tentunya,agar seseorang mengharap rahmat-Nya,takut terhadap seksaan-Nya,hanya menginginkan kebenaran dari-Nya,dan tidak  mencelakakan dirinya sendiri.

Umar,jika engkau menerima pesanku ini,maka jangan sampai sesuatu yang semu lebih engkau cintai daripada kematian.Kematian itu pasti mendatangimu.Jika engkau tidak mengindahkan pesanku ini,maka jangan sampai sesuatu yang semu itu lebih engkau benci daripada kematian.Sementara engkau tidak mungkin mampu menolak keputusan Allah."

Sumber : Humansky (Perintis HQ)

p/s: Marilah kita sama2 mencari redha Allah dengan Nasihat menasihati antara satu sama lain...

Menyusuri Jejak: SAIDINA ALI BIN ABI TALIB

27 March 2011

1 comments



SAIDINA ALI BIN ABI TALIB KARAMALLAHU WAJHAH

 
Saiyidina Ali R.A. bukan sahaja seorang sahabat besar Rasullullah S.A.W. serta yang paling dicintai oleh baginda bahkan beliau juga seorang manusia luarbiasa yang memiliki ilmu bagaikan lautan, kefasihan lidahnya yang tiada bandingan sebagai seorang ahli sastera dan pidato, di samping seorang pahlawan yang tiada seorangpun dapat menafikan kehandalannya di antara barisan pahlawan-pahlawan yang terbilang.


Beliau telah memeluk Islam ketika berumur 8 tahun dan merupakan kanak-kanak yang mula-mula sekali memeluk Islam. Setengah riwayat menyatakan bahawa beliaulah yang paling dahulu Islam dari Saiyidina Abu Bakar Al-Siddiq R.A. Saiyidina Ali Bin Abu Talib termasuk ahli keluarga Rasulullah S.A.W. sendiri kerana beliau adalah anak saudara baginda yang membesar dalam asuhan dan pemeliharaan Nabi S.A.W. Saiyidina Ali R.A. dilahirkan dalam Kaabah, kiblat yang menjadi kerinduan ummat Islam. Mula-mula yang dilihatnya ialah Muhammad S.A.W. dan Siti Khadijah sedang sembahyang. Ketika beliau ditanyakan kenapa memeluk Islam tanpa lebih dahulu mendapat izin ayahnya, Ali R.A. menjawab, "Apa perlunya aku benmesyuarah dengan ayah demi untuk mengabdi kepada Allah?


Pada mulanya agama Islam hanya berkembang di sekitar lingkungan rumah Rasulullah S.A.W. sahaja, yakni berkisar pada diri Rasulullah S.A.W., isterinya Siti Khadijah, Ali dan Zaid Bin Haritsah. Pada suatu hari Nabi Muhammad S.A.W. telah mengundang sekelian sanak saudaranya pada satu jamuan di rumahnya. Setelah mereka itu datang maka Rasulullah S.A.W. pun menerangkan kepada mereka itu tentang agama Islam yang dibawanya itu. Maka Abu Lahab memutuskan pembicaraannya serta menyuruh hadirin yang lain supaya meninggalkan jamuan makan itu. Pada keesokan harinya Rasulullah S.A.W. mengadakan pula jamuan makan, dan setelah selesai bensantap, maka bersabdalah Rasul S.A.W.


"Saya rasa tak ada seorang yang membawa sesuatu yang lebih mulia daripada yang ku bawa sekarang. Maka siapakah di antara kalian yang akan menolongku? Tatkala mendengarkan rayuan Rasul itu mereka semua marah lalu bangkit untuk meninggalkan rumah itu. Tetapi Ali yang masih lagi belum baligh ketika itu lantas bangun seraya berkata, "Hai Rasulullah, akulah yang akan menolongmu. Aku akan memerangi sesiapa sahaja yang akan memerangimu , lalu disambut oleh hadirin dengan tertawa sambil melihat-lihat Abu Talib dan anaknya itu. Kemudian meneka meninggalkan rumah Rasul itu sambil mengejek-ejek.


Saiyidina Ali R.A. pernah benkata, "Aku telah menyembah Allah S.W.T. lima tahun sebelum disembah sesiapapun dari ummat Muhammad ini. Bahkan beliau adalah salah seorang yang pertama bersembahyang bersama Rasulullah S.A.W. Dalam hubungan ini Anas Bin Malik R.A. pernah berkata, "Muhammad diangkat menjadi Rasulullah pada hari Isnin, sedang Ali Bin Abu Talib sudah ikut sembahyang bersama baginda Rasul pada keesokan harinya.


Abu Talib, bapa saudara Rasul adalah seorang yang miskin lagi susah hidupnya serta mempunyai ramai anak. Maka dengan maksud untuk meringankan beban Abu Talib itulah atas fikiran. Nabi S.A.W., Saiyidina Abbas Bin Abu Muttalib telah mengambil Ja'afar menjadi tanggungannya sedang Rasul sendiri mengambil Ali. Dengan hal demikian tumbuhlah Ali Bin Abu Talib sebagai seorang pemuda di tengah-tengah keluarga Rasulullah dan langsung memperoleh asuhan dan baginda. Saiyidina Ali R.A. banyak mengambil tabi'at Nabi S.A.W. dan beliaulah yang terdekat sekali hubungannya dengan Rasul serta yang paling dicintainya. Demikian akrabnya Saiyidina Ali R.A. dengan Rasulullah S.A.W. hinggakan beliau hampir-hampir tidak pernah berpisah sejengkal pun dari Rasulullah S.A.W. baik di waktu suka mahupun di waktu susah. Pergonbanannya terhadap Islam dan Rasulnya adalah demikian besar sekali dan akan selamanya menjadi contoh keutamaan yang tiada bandingannya dalam sejarah ummat Islam.


Tatkala Rasulullah S.A.W. melakukan hijrah ke Madinah di atas penintah Allah S.W.T. bagi menyelamatkan dirinya dari rencana pihak musyrikin Quraisy yang bertujuan hendak membunuhnya, maka kepada Saiyidina Ali R.A. ditugaskan oleh baginda untuk tidur di tempat tidurnya pada malam yang sangat genting itu. Walaupun tugas itu sangat berat dan merbahaya sekali namun Saiyidina Ali R.A. sebagai sifatnya seorang pejuang yang sejati, telah menyanggupi tugas tersebut dengan hati yang ikhlas dan gembira, kerana beliau mengerti bahawa berpeluang menyerahkan nyawanya demi untuk menebus seorang Rasul. Bahkan beliau juga mengerti bahawa tugas yang dilaksanakannya itu akan merupakan pengorbanan yang tidak ada tolok bandingannya di kemudian hani.


Setelah Rasulullah S.A.W. selamat sampai ke Madinah, tidak lama kemudiannya tibalah pula rombongan Saiyidina Ali R.A. Apakala ramai kaum Muhajinin sampai di kota Madinah itu, Rasullullah S.A.W. telah mempersaudarakan antana golongan Muhajirin dengan golongan Ansar. Tetapi anihnya dalam hubungan ini Rasulullah tidak mempersaudarakan Saiyidina Ali R.A. dengan sesiapapun juga, hanya baginda berkata kepada Saiyidina Ali, demikian sabdanya, "Wahai Ali, engkau adalah saudaraku di dunia dan saudaraku juga di Akhirat. Demikian jelaslah bahawa baginda telah mempersaudarakan Saiyidina Ali dengan diri baginda sendiri. Kesayangan Rasulullah S.A.W. terbukti dengan menjodohkan Saiyidina Ali R.A. dengan puteri yang paling disayanginya iaitu Fatimah AzZahrah, seorang wanita yang paling utama di syurga, padahal sebelum itu Fatimah sudah pernah dilamar oleh Saiyidina Abu Bakar dan Saiyidina Umar Al Khattab R.A. tetapi Rasul menolaknya dengan lemah lembut dan dengan cara yang bijaksana.


Sebagai seorang yang gagah berani dan sahabat yang paling disayangi baginda Rasul, Saiyidina Ali R.A. tidak pernah ketinggalan dalam mana-mana peperangan baik besar mahupun kecil yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W. Beliau telah melakukan peranan yang penting dalam Peperangan Badar yang terkenal itu. Ketika itu beliau merupakan seorang pemuda yang gagah dan tampan masih dalam lingkungan 20an  lagi. Dalam peperangan itulah buat pertama kalinya Rasulullah S.A.W. telah menyerahkan panji-panji peperangan kepada Saiyidina Ali R.A. dimana beliau telah menjalankan tugasnya dalam peperangan tersebut dengan cemerlang sekali. Setelah peperangan tamat para sahabat tidak menemui Nabi S.A.W. di tengah-tengah mereka. Dalam keadaan mereka tertanya-tanya itu tiba-tiba muncul Rasulullah S.A.W. bersama Saiyidina Ali R.A. seraya baginda bersabda, "Saya sebenarnya ada di belakang kalian sedikit kerana merawati perut Ali yang luka. Dari peristiwa ini dapatlah dilihat betapa besarnya kecintaan baginda tenhadap Saiyidina Ali R.A. dan bagaimana pula besarnya pengorbanan Ali R.A. dalam menegakkan kemuliaan Agama Islam.


Dalam apa jua peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah S.A.W., Saiyidina Ali R.A. tetap berada di samping baginda. Pada suatu ketika iaitu dalam Perang Tabuk, tiba-tiba Rasulullah S.A.W. tidak membenarkan Saiyidina Ali R.A. untuk menyertai baginda hingga sikap Rasulullah S.A.W. itu telah dijadikan modal fitnah oleh pihak musuh-musuh Islam serta kaum munafik konon baginda tidak senang hati terhadap Saiyidina Ali R.A. Jika tidak demikian masakan baginda menegahnya menyertai perang. Sebagai seorang yang benar dan mencintai kebenaran Saiyidina Ali R.A. kurang berasa senang mendengar desas-desus yang kurang menyenangkan itu lantas beliau terus menjumpai Rasul untuk meminta penjelasan. Sebagai menghilangkan keraguan beliau itu, Rasul lalu bersabda kepadanya, "Tidakkah engkau rela hai Ali, kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa ?"Mendengankan kata-kata Rasulullah s.a.w yang menyejukkan jiwanya itu maka barulah puas Saiyidina Ali R.A.


Perkataan Rasul itu terang memperlihatkan betapa besarnya kecintaan dan penghormatan baginda terhadap dirinya.


Dalam Perang Khaibar pula di mana sebuah ibu kota kaum Yahudi sukar dapat ditakluki oleh angkatan tentera Islam, Saiyidina Ali R.A. telah memainkan peranannya yang utama sekali. Pada mulanya pihak Islam gagal untuk menakluki kota tersebut sekalipun telah dilakukan pengepungan beberapa hari lamanya. Dalam detik-detik yang sukar itulah akhirnya Rasulullah S.A.W. bersabda "Saya akan menyerahkan panji-panji peperangan esok pada seorang lelaki yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai oleh Allah dan RasulNya".


Sekelian panglima pasukan masing-masing mengharapkan agar dirinya akan diserahkan panji-panji tersebut kerana setiap mereka bercita-cita hendak mendapatkan kemuliaan yang begitu besar sebagai seorang yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai pula oleh Allah dan RasulNya. Pada  keesokan harinya, setelah selesai sembahyang subuh Rasulullah S.A.W. lantas mencari-cari Saiyidina Ali R.A. Nyatalah bahawa Saiyidina Ali R.A. tidak ada di situ kenana ketika itu Ali R.A. mengidap sakit mata. Kemudian bersabdalah Rasul "Panggillah Ali ke mari menjumpai saya, Saiyidina Ali R.A. yang sedang sakit kedua matanya itu lalu datang mengadap Rasulullah S.A.W. seraya baginda pun meludah kepada mata beliau yang sakit itu. Maka dengan serta merta sahaja sembuhlah mata beliau. Kemudian Rasul pun menyerahkan panji-panji kepada Saiyidina All R.A. Maka benteng yang sudah berhani-hari tidak dapat ditembus itu akhirnya dapat dikalahkan  di bawah pimpinan panglima Ali Bin Abu Talib R.A.


Satu lagi peperangan di mana Saiyidina Ali Bin Abu Talib R.A. memperlihatkan kegagahan dan keberaniannya yang luarbiasa ialah tatkala berlakunya Perang Khandak atau Ahzab. Perang ini adalah antara pihak Islam dengan angkatan musyrik Mekah yang mendapat bantuan dari puak-puak Arab yang lain serta orang-orang Yahudi. Orang-orang Islam telah menggali parit-parit yang digelarkan Khandak di sekeliling kota Madinah sebagai jalan untuk membendung kemaraan pihak musuh danipada memasukinya. Jumlah pihak musuh adalah kira-kira 10,000 orang tetapi mereka tidak dapat masuk kerana tenhalang oleh parit-parit. Namun begitu mereka terus mengepung kota itu selama 15 hari lamanya. Kemudian Allah S.W.T. turunkan angin ribut dari tentera Allah yang tak kelihatan memukul dan menerbangkan khemah-khemah serta alat perang musuh sehingga mereka pun mengundurkan diri dengan penuh kekecewaan.


Semasa peperangan inilah diriwayatkan bahawa beberapa pahlawan musynik Quraisy telah dapat menyeberangi parit dengan mengenderai kuda. Di antara mereka ialah Amru Bin Abdi Wid, Ikrimah Bin Abu Jahal dan Dhiraar Ibnul Khattab. Apakala mereka itu telah berada di seberang parit, tiba-tiba Amru Bin Wid telah bertempik meminta lawan untuk beradu kekuatan dengan pihak pahlawan-pahlawan Islam. Dia mencabar seraya berkata, "Siapa di antara kalian yang berani berlawan  denagan aku, silakan! Cabaran itu lantas disambut oleh Saiyidma Ali R.A. yang kemudiannya terus meminta izin dari Rasulullah S.A.W. untuk melawan pahlawan musyrik itu. Kata Ali R.A., "Saya akan melawan dia, ya Nabi Allah, Izinkanlah saya. Tetapi Rasulullah S.A.W. telah menahannya dengan sabdanya, "Duduklah engkau hai Ali! Tidakkah engkau tahu dia Amru.


Amru kemudian minta lawan lagi berulang-ulang hingga dua kali. Setiap ia mencabar, Saiyidina Ali R.A. telah berdiri menyahutnya tetapi Rasulullah senantiasa menyuruhnya duduk sambil mengingatkan bahawa lawannya itu bukan padannya kenana Amru itu memang terkenal gagah lagi perkasa. Namun begitu Saiyidina Ali R.A. tetap juga mengatakan, "Sekalipun dia itu Amru, hai Nabi Allah, saya tidak takut melawannya. Izinkanlah saya menemuinya. Akhinnya Rasulullah S.A.W. mengizinkannya untuk melawan musuh yang keadaan orangnya lebih tua, lebih besar lagi lebih berpengalaman dari dirinya itu. Sebelum Saiyidina Ali R.A. pergi mendapatkan musuhnya yang menanti itu, Rasulullah S.A.W. telah membekalnya dengan pedangnya lalu kemudian berdoa ke hadrat Allah S.W.T. untuk keselamatan Saiyidina Ali Bin Abu Talib R.A.


Tidak lama kemudian tampillah Saiyidina Ali R.A. ke hadapan. Manakala Amru melihatnya dia tidak dapat mengenalinya kerana muka dan kepala Saiyidina Ali R.A. bertopeng besi lalu ditanyainya:
Siapa engkau, hai pahlawan?

Jawapnya, "Ali!

Tanya Amru lagi, "Ali, anak Abdul Manaf?

Jawab Ali R.A. "Ali, anak Abu Talib

Mendengar nama itu Amru enggan hendak melawannya seraya katanya untuk memperkecilkan kehandalan Ali R.A. "Wahai anak saudanaku! Lebih baik orang lain sahaja engkau suruh melawan aku. Panggillah paman-pamanmu yang lebih kuat danipadamu. Aku benci menumpahkan darahmu, kerana aku memandang ayahmu seonang sahabat baikku.

Saiyidina Ali R.A. lalu menjawab, "Tetapi aku, demi Allah, tak benci menumpahkan darahmu. Demi mendengarkan jawapan itu maka menjadi marahlah Amru dan mulalah ia hendak menyerangnya. Tetapi Saiyidina Ali R.A. lalu benkata, "Macamana aku hendak bertempur denganmu padahal engkau di atas kuda. Turunlah ke mari sama-sama aku di bawah.

Mendengar itu Amru telah menghambur dari kudanya, dihunusnya pedangnya itu dan untuk menunjukkan garangnya ditetak kudanya dicencangnya mukanya supaya tak boleh lari. Kemudian ía mara ke hadapan mendapatkan Saiyidina Ali R.A. yang disambut pula olehnya dengan mengacukan perisainya yang dibuat daripada kulit. Amru telah menetaknya, perisainya tersiat sedang pedangnya pula melekat di situ dan mengenai kepala Saiyidina Ali R.A. Maka Saiyidina Ali R.A. pun membalas menetak bahu Amru. Ia lalu tersungkur rebah serta mati di situ juga. Saiyidina Ali R.A. lantas memekikkan takbir, "Allahu Akbar yang disambut pula dengan pekikan takbir yang bengemuruh di angkasa oleh kaum Muslimin yang menyasikannya, sebagai tanda kesyukunan di atas kemenangannya. Dan dengan kematian Amru itu kawan-kawannya yang lain bertempiaran lari mengundurkan diri.


Rasulullah S.A.W. selalu memilih Saiyidina Ali R.A. untuk diberikan tugas dalam pekerjaan-pekerjaan yang amat berat, yang memerlukan keberanian yang luarbiasa serta ketabahan yang besar. Pada suatu masa, Rasulullah S.A.W. telah mengutus pahlawan Islam Khalid Bin Walid ke negeri Yaman untuk melaksanakan tugas sebagai pemenintah dan mubaligh Islam di negeri itu. Setelah bekerja selama enam bulan ternyata Khalid tidak berjaya memperoleh hasil yang diharapkan walaupun setelah bekerja bertungkus lumus. Kemudian Rasulullah S.A.W. pun mengutus pula Saiyidina Ali R.A. untuk menggantikan tempat Khalid Bin Walid sebagai mubaligh dan pemenintah di sana. Demi apakala penduduk Yaman mendengar bahawa Saiyidina Ali R.A. yang telah mereka kenal Sebagai Harimau Padang Pasir itu ditugaskan sebagai pemerintah yang baru maka bersegeralah mereka berkumpul hingga akhirnya Saiyidina Ali R.A. dapat melakukan sembahyang subuh bersama-sama mereka itu.


Setelah selesai sembahyang subuh, Saiyidina Ali R.A. pun membacakan surat dakwah di hadapan para hadirin. Maka seluruh penduduk dan kaum Hamdan sekeliannya memeluk Islam pada hari itu. Dalam laporan yang dikirimkan oleh beliau kepada Rasulullah S.A.W. Saiyidina Ali R.A. telah mengisahkan peristiwa yang telah terjadi itu. Setelah Rasul S.A.W. membaca laporan tersebut segeralah baginda sujud menyembah Allah sebagai tanda syukur atas kejadian itu senaya bersabda, "Sejahteralah penduduk Hamdan.


Selaku pemerintah dan mubaligh di Yaman, Saiyidina Ali R.A. juga telah diperintahkan untuk menjadi hakim dalam bidang pengadilan. Oleh kenana beliau berasa dirinya kurang ahli dalam bidang pengadilan itu maka dengan terus-terang dan ikhlas beliau berkata kepada Rasul S.A.W., "Ya Rasul Allah, saya tidak mengerti dan tidak mempunyai keahlian yang cukup mengenai hal pengadilan ini.


Mendengar perkataan Saiyidina Au R.A. itu segeralah Rasulullah S.A.W. menyapu dada beliau dengan tangan Rasulullah S.A.W. sendiri sambil bersabda, "Ya Allah, bukalah dada Ali untuk menerima ilmu dan lapangkanlah ucapannya dalam soal pengadilan". Adalah diriwayatkan bahawa berkat doa Nabi Muhammad S.A.W. itu Saiyidina Ali Bin Abu Talib R.A. kemudiannya menjadi seorang hakim yang bijak lagi adil hukumannya. Baik di zaman Saiyidina Abu Bakar Al-Siddiq R.A. mahupun di zaman Saiyidina Umar Al Khattab R.A. selalulah Saiyidina Ali R.A. diajak bermesyuarah dalam memutuskan sesuatu masalah yang dihadapi oleh Khalifah-Khalifah itu. Bahkan Saiyidina Umar Al Khattab R.A. biasanya enggan memutuskan sesuatu keputusan sebelum lebih dahulu Saiyidina Ali R.A. diajaknya berunding.


Demikianlah beberapa kisah riwayat tentang peranan yang pernah dilakukan oleh Saiyidina Ali Bin Abu Talib di zaman hidupnya Rasulullah S.A.W. Ketika Rasulullah S.A.W. wafat, Saiyidina Ali R.A. tidak mempunyai kesempatan untuk menyertai pertemuan para sahabat dan golongan Muhajirin dan Ansar di Balai Bani Saidah hingga terpilihnya Saiyidina Abu Bakar Al-Siddiq sebagai Khalifah. Sebabnya ialah ketika itu beliau sibuk menguruskan jenazah Rasulullah S.A.W. Pada hari yang penuh dukacita itu, beliau sama sekali tidak menghiraukan permesyuaratan yang berlangsung di Balai Bani Saidah itu kerana beliau sibuk dengan tugas-tugas pengkebumian jenazah Rasulullah S.A.W. serta mententeramkan sekelian keluarga Rasul S.A.W.


Permesyuaratan di Balai Bani Saidah hampir-hampir sahaja menimbulkan keadaan yang kacau tetapi akhirnya dapat ditenteramkan dengan terpilihnya Saiyidina Abu Bakar R.A. sebagai Khalifah pertama sesudah Rasulullah S.A.W. Pada mulanya Saiyidina Ali R.A. enggan memberikan persetujuannya terhadap pemilihan Abu Bakar Al-Siddiq R.A. sebagai Khalifah, bukan kerana benci atau kurang senang terhadap Saiyidina Abu Bakar R.A. bahkan kerana rasa hati beliau yang sedang remuk redam disebabkan hilangnya Rasulullah S.A.W.  Enam bulan kemudian setelah isteri beliau iaitu Siti Fatimah meninggal dunia, maka baharulah Saiyidina Ali Bin Abu Talib R.A. memberikan persetujuannya secara rasmi terhadap pengangkatan Saiyidina Abu Bakar R.A. sebagai Khalifah. Saiyidina Abu Bakar R.A. pun selaku pemerintah ummat yang agung, tidak pernah meninggalkan Saiyidina Ali R.A. di dalam permesyuaratan penting.


Apakala Saiyidina Umar Al Khattab menjadi Khalifah yang kedua, Saiyidina Ali R.A. tetap memperoleh kemuliaan dan penghormatan dan Saiyidina Umar R.A. sepertimana yang dinikmatinya semasa pemenintah Abu Bakar R.A. Walaupun diketahui bahawa Umar Al Khattab terkenal sebagai sahabat yang sangat ahli dan bijak dalam bidang hukum, namun baginda sering minta bantuan kepada Saiyidina Ali R.A. di dalam menyelesaikan beberapa hal yang sulit-sulit bahkan pernah diriwayatkan orang bahawa Saiyidina Umar Al Khattab R.A. tidak suka merundingkan soal-soal yang sulit tanpa dihadiri oleh Saiyidina Ali Bin Abu Talib.


Setelah wafat Saiyidina Umar Al Khattab jawatan Khalifah akhirnya jatuh pula ke tangan Saiyidina Uthman Bin Affa'n R.A. Namun begitu Saiyidina Ali R.A. tetap memberikan persetujuannya serta ketaatannya kepada Khalifah Uthman R.A. sekalipun dirinya juga bercita-cita agar terpilih sebagai Khalifah. Sungguhpun demikian, kesayangan Khalifah Uthman yang berlebih-lebihan terhadap kaum kerabatnya sendiri menyebabkan pandangan Saiyidina Ali R.A. dalam beberapa hal berubah terhadap Khalifah. Bahkan sebahagian danipada penduduk melihat seolah-olah terdapat keretakan dalam hubungan antara dua tokoh besar itu. Keadaan inilah yang menyebabkan setengah-setengah pihak yang memusuhi Saiyidina Ali R.A. menuduh Saiyidina Ali R.A. terlibat dalam pembunuhan Saiyidina Uthman Bin Affan R.A. Padahal yang sebenarnya Saiyidina Ali R.A. sama sekali tidak bertanggungjawab dalam perkara yang terjadi ke atas Khalifah Uthman R.A. Bahkan beliaulah sahabat yang paling mengambil berat terhadap keselamatan Khalifah. Ketika rumah Khalifah Uthman R.A. dikepung oleh puak pemberontak, Saiyidina Ali R.A. segera mengirim puteranya Saiyidina Hasan R.A. supaya menjaga keselamatan Khalifah. Tetapi ketika Saiyidina Hasan Bin Ali R.A. datang ke rumahnya untuk menawarkan bantuan, Khalifah Uthman R.A. menolak bantuannya serta menyuruhnya pulang. Lebih dari itu, apakala Saiyidina Ali R.A. mendengar khabar tentang pembunuhan Khalifah Uthman R.A. beliau telah memukul anaknya Hasan R.A. serta mengancam Muhammad Bin Talhah kerana dianggapnya kurang rapi menjalankan tugas menjaga keselamatan Saiyidina Uthman R.A.


Saiyidina Ali R.A. akhinnya telah dipilih kemudiannya sebagai Khalifah selepas kewafatan Khalifah Uthman R.A. sedang ketika itu sebahagian besar para sahabat Rasulullah S.A.W. sudah berselerak di pelusok kota-kota di seluruh wilayah Islam. Yang masih tinggal di Madinah hanya sebahagian kecil sahaja.


Setelah jawatan Khalifah jatuh kepadanya maka baharulah Saiyidina Ali R.A. cuba bemtindak untuk membawa garis politik seperti yang pernah dijalankan oleh Rasulullah S.A.W.,  Khalifah Abu Bakar R.A. dan Khalifah Umar Al Khattab R.A. Tetapi keadaan masyarakat dan ummat sudah jauh berubah disebabkan perkembangan ekonomi dan pembangunan yang diakibatkan oleh perluasan takluk Islam. Cita-cita Saiyidina Ali R.A. untuk membawa kembali dasar pemerintahan ummat sebagaimana zaman Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakan R.A. dan Umar R.A. telah menghadapi rintangan dari pihak-pihak yang bersimpati dengan Saiyidina Uthman R.A. yang menuduhnya bentanggungjawab dalam penistiwa pembunuhan itu.


Disebabkan adanya golongan yang keras rnenentang sikapnya itu seperti Muawiyah Bin Abu Sufyan dan pembantunya Amru Bin Al As maka tenjadilah satu penbalahan yang sengit antana dua golongan itu.  Satu pertelingkahan yang panjang yang mengakibatkan pertumpahan darah di antana sesama ummat Islam. Muawiyah berkeras enggan mengakui Saiyidina Ali Bin Abu Talib sebagai Khalifah senta menuntut baginda mengenakan hukuman tenhadap orang-orang yang bertanggungjawab dalam pembunuhan Saiyidina Uthman R.A. Sedang Saiyidina Ali R.A. pula terlebih dahulu telah memecat Muawiyah sebagai gabenor Syam dan juga tokoh-tokoh yang pemnah dilantik oleh Khalifah Uthman R.A. atas dasan kekeluargaan. Akibatnya maka berlakulah peperangan yang berpanjangan antara pihak Khalifah Ali R.A. dengan pihak penyokong Muawiyah Bin Abu Sufyan yang terdiri dari penduduk negeri Syam. Kesudahan dari perbalahan yang panjang itu Saiyidina Ali Bin Abu Talib akhirnya telah mati terbunuh oleh pengikut golongan Khawarij.


Sumber: www.tayibah.com

Menyusuri Jejak: Khalifah Uthman bin ‘Affan

22 March 2011

0 comments


Khalifah Ketiga, Malaikat Berasa Malu Kepadanya




Khalifah Uthman merupakan khalifah Islam yang ketiga selepas Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar al-Khattab. Beliau dilantik menjadi khalifah melalui persetujuan orang ramai.


Nama beliau sebenarnya ialah Uthman b. ‘Affan b. Abul-As yang mana beliau dilahirkan ketika Baginda Nabi Muhammad SAW berumur 5 tahun. Uthman merupakan seorang bangsawan dari golongan Quraish dari Bani Ummayah.
Beliau terkenal sebagai seorang yang lemah lembut, pemurah dan baik hati. Beliau merupakan salah seorang dari saudagar yang terkaya di Tanah Arab, sehingga beliau digelarkan dengan gelaran “al-Ghani”. Selepas memeluk Islam beliau banyak mendermakan hartanya ke arah kepentingan agama Islam, sebagai contohnya dalam peperangan Tabuk, beliau telah mendermakan hartanya iaitu 950 ekor unta, 50 ekor kuda dan 1000 dinar. Begitu juga ketika umat Islam berhijrah ke Madinah, umat Islam menghadapi masalah untuk mendapatkan air minuman. Oleh itu Saidina Uthman telah membeli telaga Ruma dari seorang Yahudi dengan harga 20 000 dirham untuk digunakan oleh umat Islam dengan percuma.


Saidina Uthman bin Affan ra adalah seorang yang bertaqwa dan bersikap wara’. Tengah malamnya tak pernah disia-siakan. Beliau memanfaatkan waktu itu untuk mengaji Al-Quran dan setiap tahun beliau menunaikan ibadah haji. Bila sedang berzikir dari matanya mengalir air mata haru. Beliau selalu bersegera dalam segala amal kebajikan dan kepentingan umat, dermawan dan penuh belas kasihan. Khalifah Uthman telah melaksanakan hijrah sebanyak dua kali, pertama ke Habasyah, dan yang kedua ke Madinah.


Beliau digelarkan sebagai “Zunnurain” yang bermaksud dua cahaya kerana menikahi dua orang puteri Rasulullah iaitu Ruqayyah dan Ummi Kalthum. Setelah Ruqayyah meninggal dunia, Rasulullah SAW telah menikahkan beliau dengan puteri Baginda iaitu Ummi Kalthum. Uthman berkahwin sebanyak 7 kali lagi selepas kematian Ummi Kalthum dan seluruh anaknya berjumlah seramai 16 orang.
Isterinya yang terakhir ialah Nailah binti Furaifisha.


Beliau dilantik menjadi khalifah selepas kematian Khalifah Umar ra yang ditikam. Beliau dilantik menjadi khalifah pada tahun 23 Hijrah oleh jawatankuasa yang ditubuhkan oleh Khalifah Umar al-Khattab ra.


Kepimpinan Dan Sejarah Pentadbiran




Ahli sejarah telah membahagikan tempoh pemerintahan Khalifah Uthman selama 12 tahun kepada dua bahagian iaitu pertamanya zaman atau tahap keamanan dan keagungan Islam, manakala yang keduanya pula ialah tahap atau zaman “Fitnatul-Kubra” iaitu zaman huru hara.


Zaman Keamanan Dan Keagungan Islam




Banyak jasa-jasa dan juga kejayaan yang telah dilakukan oleh Khalifah Uthman dalam menyebar dan memperkembangluaskan Islam. Ini termasuklah kejayaannya dalam:


1. Bidang Ketenteraan

Khalifah Uthman banyak melakukan perluasan kuasa terhadap beberapa buah negara dalam usahanya menyebarkan Islam, ini dapat dilihat pada keluasan empayar Islam yang dapat mengatasi keluasan empayar Rom Timur dan juga empayar Parsi pada zaman kegemilangan mereka. Antara wilayah baru yang telah berjaya ditakluki ialah Cyprus, Afganistan, Samarqand, Libya, Algeria, Tunisia, Morocco dan beberapa buah negara lagi. Beliau juga bertanggungjawab dalam menubuhkan angkatan tentera laut Islam yang pertama bagi menjamin keselamatan dan melakukan perluasan kuasa. Banyak negara-negara yang telah dibuka melalui angkatan tentera ini.


2. Pembukuan Al-Quran

Perluasan kuasa telah menyebabkan penyebaran Islam terjadi secara meluas. Apabila ramainya orang-orang yang memeluk Islam sudah tentu banyaknya perbezaan antara sesuatu wilayah dengan wilayah yang lain dari segi mereka mempelajari Islam. Apa yang paling ketara sekali ialah dalam masalah mereka mempelajari al-Quran. Banyak terdapatnya perbezaan bacaan yang membawa kepada salah bacaan antara satu tempat dengan tempat yang lain. Dengan keadaan ini banyak terjadinya salah faham dan saling tuduh menuduh sesama orang Islam dalam menyatakan siapakah yang betul pembacaannya.
Oleh itu Khalifah Uthman telah mengadakan satu naskhah al-Quran yang baru yang mana ianya digunakan secara rasmi untuk seluruh umat Islam. Khalifah Uthman telah menggunakan lahjah Bahasa Quraish dan yang mana al-Quran yang berbeza telah dibakar. Al-Quran inilah yang digunakan hingga kehari ini yang mana ianya dikenali dengan nama Mushaf Uthmani. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjamin kesucian al-Quran sebagai sumber perundangan Islam.


3. Pembesaran Masjid Nabawi

Masjid Nabawi telah menjadi padat kerana dipenuhi dengan jemaah yang semakin ramai, Oleh itu Khalifah Uthman telah membesarkan masjid tersebut dengan membeli tanah bagi memperluaskan kawasan tersebut. Masjid tersebut telah diluaskan pada tahun 29 Hijrah.


4. Menyebarkan Dakwah Islam

Khalifah Uthman sering berdakwah di penjara dan beliau berjaya mengislamkan ramai banduan. Beliau juga banyak mengajar hukum-hukum Islam kepada rakyatnya. Ramai pendakwah telah dihantar keserata negeri bagi memperluaskan ajaran Islam. Beliau juga telah melantik ramai pengajar hukum Islam dan juga melantik petugas khas yang membetulkan saf-saf sembahyang. Beliau juga banyak menggunakan al-Quran dan as-Sunah dalam menjalankan hukum-hukum.


Al-Fitnah al-Kubra (Zaman Fitnah)
Pada akhir tahun 34 Hijrah, pemerintahan Islam dilanda fitnah. Sasaran fitnah tersebut adalah Saidina Uthman ra hingga mengakibatkan beliau terbunuh pada tahun berikutnya.


Fitnah yang keji datang dari Mesir berupa tuduhan-tuduhan palsu yang dibawa oleh orang-orang yang datang hendak umrah pada bulan Rajab.


Saidina Ali bin Abi Thalib ra bermati-matian membela Saidina Uthman dan menyangkal tuduhan mereka. Saidina Ali menanyakan keluhan dan tuduhan mereka, yang segera dijawab oleh mereka, “Uthman telah membakar mushaf-mushaf, shalat tidak diqasar sewaktu di Makkah, mengkhususkan sumber air untuk kepentingan dirinya sendiri dan mengangkat pejabat dari kalangan generasi muda. la juga mengutamakan segala fasilitas untuk Bani Umayyah (golongannya) melebihi orang lain.”


Pada hari Jumaat, Saidina Uthman berkhutbah dan mengangkat tangannya seraya berkata, “Ya Allah, aku beristighfar dan bertaubat kepadaMu. Aku bertaubat atas perbuatanku. ”

Saidina Ali ra menjawab, “Mushaf-mushaf yang dibakar ialah yang mengandungi perselisihan dan yang ada sekarang ini adalah yang disepakati bersama keshahihannya. Adapun shalat yang tidak diqasar sewaktu di Makkah, adalah kerana dia berkeluarga di Makkah dan dia berniat untuk tinggal di sana. Oleh kerana itu shalatnya tidak diqasar. Adapun sumber air yang dikhususkan itu adalah untuk ternak sedekah sehingga mereka besar, bukan untuk ternak unta dan domba miliknya sendiri. Umar juga pernah melakukan ini sebelumnya. Adapun mengangkat pejabat dari generasi muda, hal ini dilakukan semata-mata kerana mereka mempunyai kemampuan dalam bidang-bidang tersebut. Rasulullah SAW juga pernah melakukan ini hal yang demikian. Adapun beliau mengutamakan kaumnya, Bani Umayyah, kerana Rasulullah sendiri mendahulukan kaum Quraish daripada bani lainnya. Demi Allah seandainya kunci syurga ada di tanganku, aku akan memasukkan Bani Umayyah ke syurga.”


Setelah mendengar penjelasan Ali ra, umat Islam pulang dengan rasa puas. Tetapi para peniup fitnah terus melancarkan fitnah dan merencanakan makar jahat mereka. Di antara mereka ada yang menyebarkan tulisan dengan tanda tangan palsu dari pada sababat termuka yang menjelek-jelekkan Uthman. Mereka juga menuntut agar Uthman dibunuh.


Fitnah keji pun terus menjalar dengan kejamnya, sebahagian besar umat termakan fitnah tersebut hingga terjadinya pembunuhan atas dirinya, setelah sebelumnya terkepung selama satu bulan di rumahnya. Peristiwa inilah yang disebut dengan “Al-Fitnah al-Kubra” yang pertama, sehingga merobek persatuan umat Islam.


Saidina Uthman ra syahid dibunuh oleh pemberontak-pemberontak yang mengepung rumahnya. Pada tanggal 8 Zulhijah 35 Hijriah, Uthman menghembuskan nafas terakhirnya sambil memeluk al-Quran yang dibacanya. Sejak itu, kekuasaan Islam semakin sering diwarnai oleh titisan darah. Pemerintahannya memakan masa selama 12 tahun, yang mana ianya merupakan pemerintah yang paling lama dalam pemerintahan Khulafa ’ ar-Rasyidin.
Allahu ‘alam bisshawab.

sumber:http://sirah.blogsome.com