Showing posts with label Laman Utama. Show all posts
Showing posts with label Laman Utama. Show all posts

Sedetik Nafas: Salam Ramadhan

22 July 2012

0 comments

Aku lebih dekat denganmu lebih dari urat leher kamu...” (Qaaf : 16)


Alhamdulillah..

Tahun ni Allah masih bagi peluang untuk bertemu ramadhan.. harap terus dapat memperbaiki ibadat puasa dari tahun2 yang lepas..

sekali lagi peluang ini datang.. jangan sesekali membiarkan terus berlalu.. mungkin ini yang terakhir.. salam ramadhan... bulan yang penuh barakah... insyaAllah..


Layar Kembali masih berlabuh
saat detik terus bergerak
ruang masa masih ada
tiada kata terlambat
walaupun dilaluan berbeza
tapi pada satu landasan
moga Allah redha..




sangat berharap untuk ke tempat itu.. moga diberi kesempatan..


silentkiller ~seeker~












Sedetik Nafas : Sebelum Terlambat

11 June 2012

4 comments
Assalamualaikum...sahabat2 yg jejak ketapak ini...:)


Alhamdulillah...

seminggu cuba untuk cari pencerahan ttg beberapa main topic yg selalu bermain di fikiran ( syiah, iran & iraq, hitler , dan the hidden hand).. akhirnya..boleh diletakkan titik noktah untuk masa ni.. ada masa akan cuba sambung lgi..

sebenarnya tak nak meletakkan satu kesimpulan ttg tajuk diatas.. biarlah hati ini yang menilai.. x de kelayakan untuk membuat rumusan untuk tatapan umum.. :)

cuma nak sentuh sikit je.. cuba renungkan maksud ayat Al-Quran ini..


“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Surah Ali Imran: 103)


“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. Iaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Surah Ar-Ruum: 31-32)

sebenarnya..selepas meletakkan titik noktah sementara untuk "sedetik nafas: sebelum terlambat".. diri merenung jauh keluar tingkap.. berbicara dengan alam..

malam ini sungguh pekat...
tapi boleh merasai ketenangan...
masih ada bulan dan bintang menerangi...
menjadi teman...
tapi...
manusia yg berjalan di pentas bumi...
tak setenang alam ini..
kekuasaan duniawi menjadi keutamaan
tikam menikam menjadi rencah kehidupan
fitnah menjadi mainan
sampai bila...
sebelum terlambat...
diri masih berharap..
dapat melihat..
kekuatan islam..
seperti zaman Rasulullah s.a.w & para sahabat..
seperti zaman Muhammad al fateh
seperti zaman Salahuddin al ayubi
yang sering didendangkan oleh ustaz2
bukan seperti sekarang...



" Pandanglah kebawah untuk insaf pda nikmat yg melimpah..& Dongaklah keatas untuk sedar akan amal yg terbatas.. "


sedetik nafas...sebelum terlambat...


silentkiller~seeker~


p/s: nak p siapkan vo & final remeasurement utk meeting hari selasa ni..banyak333...(jadi teman utk tgok euro pagi2 ni...hehehehe..) =)





Sedetik Nafas: Ujian & Taubat

05 June 2012

0 comments
Alhamdulillah... J

kita belajar dengan ujian dan dugaan.Kita membesar dengan ujian dan dugaan.Kita dewasa dengan ujian dan dugaan.Kita matang dengan ujian dan dugaan.Kita kenal erti hidup dengan ujian dan dugaan.Dan kadang-kadang ujian dan dugaan tu bukan hanya kepayahan.Kesenangan pun satu ujian. ~Hlovate~

Sebenarnya tak de apa pun nak coretkan.. sekadar nak kongsi 2 video kuliah dari Dr. MAZA & Ust. Kazim.. yang sangat menyentuh hati.. J

"Hidup adalah kembara. Kita merentasi banyak tempoh dan episod. Ada masa kita susah melalui hujan yang lebat ataupun panas yang terik. Ada masa kita sukar mencari tempat berteduh. Ada masa kita dialu-alukan. Ada masa kita makan enak. Ada masa kita hanya makan sekadar untuk meneruskan hidup. Sehingga saat kita sampai ke tempat tuju. Rumah kita yang asal." ~Dr.MAZA~

Ujian,bahasanya bisu.Hadirnya tidak terduga.Ada kala ujian itu bertandang untuk membersihkan dosa.Ada kala untuk mengajak kita bertanya,apakah diri sudah terlupa.Ya…terlupa siapakah kita disisi-Nya.Terlupa dari mana datangnya dan kemana pula hala hidup kita?Terlupa kita sebenarnya tidak punya apa-apa.Apakah masih ingin menderhaka pada-NYA?  ~USTAZ KAZIM~



DOA & Taubat (DR MAZA)


Sabar Dengan Ujian (USTAZ KAZIM)


Hari ini Allah masih memberi peluang kita berjalan dipentas bumi... terserah pada diri untuk memilih jalan yang mana... kalau ada silap masih ada ruang untuk diperbaiki.. kalau ada masalah.. carilah jalan untuk keluar... tak perlu putus asa.. sebenarnya cahaya yang terang itu datang dari lorong yang gelap.. J

Silentkiller ~seeker~





Redha Wahai Hati Jangan Selalu Mengeluh

26 May 2012

1 comments
KENAPA AKU DIUJI?

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
(Surah Al-Ankabut : 2-3)





KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(Surah Al-Baqarah : 216)



KENAPA UJIAN SEBERAT INI?


"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(Surah Al-Baqarah : 286)



RASA FRUST?


"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."
(Surah Al-Imran : 139)



BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?


"Wahai orang-orang yang beriman!
Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh,di medan perjuangan) & bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."
(Surah Al-Imran : 200)

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk."
(Surah Al-Baqarah : 45)



APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?


"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka."(Surah At-Taubah : 111)



KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?


"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal."
(Surah At-Taubah : 129)



AKU DAH TAK DAPAT BERTAHAN LAGI !!!!!


"... ..dan janganlah kamu berputus asa daripada rahmat Allah.Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."
(Surah Yusuf : 12)



I said to Allah : "I hate life"
Allah replied :"Who asked you to love life..??
Just love me and life will be beautiful ♥
Sahabatku, janganlah kau merasa takut, rugi & menyesal untuk meninggalkan sesuatu kerana Allah. Janji Allah itu pasti & Allah tidak pernah memungkiri janji-Nya. Sesungguhnya ada sesuatu yang lebih baik yang telah Dia takdirkan buat hamba-Nya yang tidak pernah berputus harap untuk memohon hanya yang terbaik dari-Nya. Takkan menyesal buat mereka yang melakukan sesuatu & meninggalkan sesuatu semata-mata hanya kerana Allah.




Earth Hour + A Perfect Life

06 April 2012

0 comments


Minggu ini sedang hangat Kempen Earth Hour di seluruh dunia, tetapi dalam terpandang-pandang gambar kempen tersebut saya mula memikirkan sesuatu yang lain, yang lain menurut pandangan saya hari ini:
60 = umur kita lebih kurang panjangnya kebanyakan umur manusia kini di dunia. kalau lebih tu extra Allah beri untuk perbaiki mana yang silap kalau kita sedar.
Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW,
“Wahai Rasul, manusia yang bagaimanakah yang paling baik?” Rasulullah saw bersabda, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Kemudian orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasul, manusia yang bagaimanakah yang paling buruk?” Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang panjang umurnya namun buruk amalnya” (HR. Ahmad).
Firman Allah Surah an-Nahl 70:
“Allah jualah yang telah menciptakan kamu, kemudian ia mewafatkan kamu. Di antara kamu ada yang dipanjangkan umurnya sampai tua bangka, sehingga menjadi tidak tahu apa-apa sesudah dia mengetahui segala-galanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Kuasa.”



Bumi
 = Dunia ini yang saya tempati, Rasullullah saw telah mengingatkan: “Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu.” (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul-Mubarrak)
“Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:
Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan
Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan
Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. ”
(HR. Tirmidzi)



Bergelap sejam = Kegelapan selepas kematian adalah lebih lama, cukupkah bekalan amalku yang akan menerangiku di alam kubur sana nanti?
Firman Allah Surah al-baqarah 2:17:
Perbandingan hal mereka (golongan yang munafik itu) samalah seperti orang yang menyalakan api; apabila api itu menerangi sekelilingnya, (tiba-tiba) Allah hilangkan cahaya (yang menerangi) mereka, dan dibiarkannya mereka dalam gelap-gelita, tidak dapat melihat (sesuatu pun).
Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu dari mengingat Allah. maka barang siapa melakukan yang demikian, mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah rezeki yang kami berikan kepadamu sebelum maut datang menjumpai seseorang dari kamu; Lalu berkata:’Tuhanku Kalau dapat Engkau tangguhkan matiku sebentar saja, niscaya aku akan memberi sedekah dan aku akan menjadi orang-orang yang mengerjakan kebaikan.’ Allah tidak akan memberi tangguh kepada seseorang apabila telah sampai ajalnya, dan Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan.” (QS 63:9-11)

Ya Allah, Sesungguhnya masa yang ada untuk kami hanyalah sedikit berbanding tanggungjawab yang perlu kami tunaikan. Tiada daya dan kekuatan melainkan-Mu Tetapkanlah iman kami dari hati yang boleh berbalik-balik.

p/s: Tengah buka email..ada artikel ni masuk.. kebetulan pulak.. ada sedikit persamaan dengan khutbah jumaat ari ni ( persediaan kearah kematian)... rasa nak share..harap ada manfaat..:)

Duri Jalanan

26 March 2012

6 comments

Duri Jalanan

Cuba kau pandang kedepan
Duri Jalanan mencucuk hati
Tiada rasa belas kasihan
Tiada rasa simpati
Sifat manusia hilang pada diri insani

Kau kata aku salah
Aku kata kau salah
Bertikam tak mengalah
Menegakkan benang yang tak lurus
Kalau diterbalikkan sama sahaja
Pada ilusi mata yang nampak ok

Dunia terus menjadi tabir
Yang bingung terus menjadi makanan yang cerdik
Yang tidur terus menjadi makanan yang jaga
Yang sedar mulut membisu
Tak mahu diusik periuk nasi dan harta
Biar bangsa tergadai biar agama ditaruh
Hanya kuasa menjadi pertimbangan

Warta dimuka Empat sama menutup mata
Kolum didada akhbar memekakkan telinga
Menjadi racun pada Fikrul Mustanir
Mengelamun dalam kehidupan acuan perasit
Walaupun realiti melaungkan takbir semangat
Tapi akan layu dihempas kekeringan
Tanpa berusaha menyegarkan kembali
Membebaskan minda yang tak berani berubah


Bila suara menyatakan kebenaran
Memulakan kata anjakan demi anjakan
Dari kedudukan kebiasaan
Ada yang terus menghukum
Menjatuhkan dalil itu dan ini
Tanpa sempat memberi tahkik
Hanya senyuman mampu terukir dibibir

Walaupun jalan itu penuh liku
Pasti ada penegak keadilan
Menjadi nadi bergeraknya kebenaran
Walaupun terpaksa merangkak
Dalam samar kabus malam pekat gempita
Itu yang pasti

aku bukan terbaik antara kamu tapi aku ingin menjadi salah seorang yang terbaik itu..

silentkiller ~seeker~
26/03/2012
01.20 Am
B.I.M

P/s: ada salah @ silap harap tegur..diri yang lemah ini banyak melakukan kesilapan..moga Allah merahmati kamu..:)


Apabila Islam Hanya Tinggal Nama

04 March 2012

0 comments
Mesti kalimah ini tergantung di dinding rumah anda kan?


Alangkah bahagianya jika kita ditakdirkan lahir dan berada pada zaman kegemilangan Islam bersama dengan Rasulullah SAW. Ini kerana kita dapat berjuang, belajar secara langsung daripada Baginda, dapat melihat wajahnya serta boleh berkomunikasi secara langsung dengannya apabila menghadapi sesuatu masalah. Zaman Baginda itu adalah satu masa yang sangat hebat kerana dapat melahirkan generasi individu Muslim yang unggul dalam segenap aspek kehidupan hingga mendapat jolokan daripada Allah sebagai sebaik-baik umat kerana menjalankan tugas menyampaikan yang makruf, mencegah kemungkaran dan beriman dengan Allah.

Inilah generasi yang telah dicatat dalam lembaran sejarah kerana membantu Baginda menundukkan dua kuasa besar pada masa itu iaitu Rom dan Parsi yang mendakwa memiliki sumber tamadun yang hebat, namun kehebatan individu di kalangan Sahabat Rasulullah terdapat pada diri mereka akhlak mulia mampu menundukkan keangkuhan kedua-duanya sekali.

Empayar Islam begitu gah dan dihormati suatu ketika dulu. Adakah mereka maju dengan meniru barat?


Mereka mencipta nama dalam sejarah tamadun manusia sebagai pahlawan Islam dengan menyebar dan memperluaskan ajaran Baginda Rasulullah SAW sesuai dengan pegangan mereka kepada agama Islam yang membawa maksud kesejahteraan, keharmonian, kedamaian, keamanan dan keselamatan untuk umat manusia sejagat.

Bagaimana dengan kita hari ini? Adakah kita bersemangat sama seperti Para Sahabat?

Tidak dinafikan bahawa kita sebagai umat Nabi Muhammad, di antara mereka ada yang diberikan nama oleh ayah-ayah kita sebahagiannya dengan menggunakan nama Para Sahabat seperti Abu Bakar As Siddiq, Umar, Uthman, Ali, Ubadillah, Salman, Khalid, Hamzah, Abbas, Bilal, Zubair dan sebagainya. Tetapi apakah nama-nama tersebut benar-benar meresap masuk dalam sanubari kita hingga mencontohi Para Sahabat dalam mendepani segenap isu agama.

Alangkah malangnya segelintir umat Islam hari ini yang sudah mula menamakan anak-anak mereka dengan nama-nama yang kadang-kadang tidak memberi makna langsung berkaitan dengan agama. Nama-nama seperti yang disebutkan di atas tidak lagi menjadi sebutan di bibir mereka. Mengapa? Sama-samalah kita mencari kekurangannya.

Malah Islam hanya tinggal pada nama sahaja, sedangkan cara dan gaya hidup tidak melambangkan mereka seperti orang Islam, ini termasuk cara berpakaian, penampilan diri lelaki dan wanita Islam, cara berkeluarga, cara berfikir, cara mendidik anak-anak dengan agama dan seribu satu macam karenah lagi tidak menampakkan diri mereka persis individu Muslim yang beramal dengan ajaran Islam sebenar.

Inilah yang pernah disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW lebih 14 abad lalu, seolah-olah ia bagaikan satu ramalan tepat, kerana Baginda sentiasa menerima wahyu daripada Allah Taala, sudah tentu Dia mengetahui segala-galanya kerana ia di bawah kawalan dan pengawasan-Nya. Benarlah sabda Nabi SAW yang bermaksud, daripada Ali bin Abi Talib RA berkata: 

“Telah bersabda Rasulullah SAW bahawa sudah hampir tiba suatu masa, di mana tidak tinggal lagi daripada Islam itu kecuali hanya namanya, tidak tinggal daripada Al Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Daripada merekalah berpunca fitnah, dan kepada merekalah fitnah itu akan kembali”. 
(Hadis riwayat Al Baihaqi)

Kalau kita perhatikan dunia Islam pada hari ini, keadaannya tidak begitu jauh daripada gambaran yang telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Kalau belum sampai pun, ia sudah hampir menjurus ke sana. Apa yang Baginda sebutkan dalam hadisnya di atas bolehlah kita bincangkan satu persatu untuk melihat sejauh mana kebenaran kenyataan baginda itu.

  1. Islam hanya tinggal namanya sahaja.
  2. Al Quran hanya tinggal tulisannya.
  3. Masjid tersergam indah tetapi kosong daripada hidayah Allah.
  4. Lahirnya ulama jahat yang mementingkan periuk nasi daripada Islam.
  5. Fitnah tersebar akibat kedangkalan ulama-ulama jahat.

Islam Hanya Tinggal Namanya Sahaja

Kelak akan banyak orang yang mengaku beragama Islam namun perbuatan sehariannya tidak mencerminkan sebagai seorang Islam yang baik, hanya namanya sahaja Islam. Islam diperalatkan untuk kepentingan tertentu. Oleh kerana itu kita dapat lihat ramai orang Islam melanggar syariat.

Solat mengikut ‘mood’, ada seminggu sekali, ada sebulan sekali, setahun sekali dan ada yang tidak pernah solat sama sekali. Yang kaya pula enggan membayar zakat, yang pergi haji mahu digelar ‘pak haji’ namun masih lagi melepak di kedai judi dan menghabiskan masa.

Ramai yang bercakap tentang Islam padahal mereka tidak mengamalkannya. Pandai berpidato agar orang percaya dia seorang Islam yang baik dan memperjuangkan Islam, sehingga ada yang mengubah halal menjadi haram dan haram menjadi halal, bahkan hukum nas kalau boleh disesuaikan dengan zaman, bukan keadaan zaman disesuaikan dengan ketentuan nas.

Islam yang hanya tinggal nama


Sebenarnya orang yang sebegini tergolong daripada golongan orang munafik sebagaimana Sahabat Nabi yang bernama Abu Huzaifah ditanya apa itu nifak? Beliau menjawab:

“Kamu berbicara tentang Islam, tetapi kamu tidak mengamalkan ajaran-ajarannya”. 
(Masnad ar-Rabi’)

Al Quran Hanya Tinggal Tulisannya

Dalam banyak hadis Rasulullah SAW, Baginda menganjurkan kita umatnya agar membudayakan pembacaan Al Quran, ia bukan sekadar penawar kepada pelbagai penyakit yang sukar diubati, malah ia juga bertindak sebagai penyembur kepada hati yang berkarat dengan penyakit-penyakit cintakan dunia secara berlebihan.

Tujuan Al Quran diturunkan adalah untuk menjadi pedoman dalam soal akidah, iman, beribadah kepada Allah dengan membacanya, dipelajari isi kandungannya, diamalkan segala apa yang ada di dalamnya. Menjadi rujukan dalam segenap masalah yang dihadapi oleh manusia, dan yang paling utama ialah melaksanakan hukum, undang-undang dan perintah Allah yang ada di dalamnya.

Ayat Quran terukir indah di dinding masjid, lebih indah lagi jika terukir di hati umat Islam


Apa yang mendukacitakan kita pada hari ini, Al Quran dijadikan bahan untuk musabaqah menjelang ketibaan Ramadan iaitu bulan yang diturunkan Al Quran di dalamnya. Sedangkan undang-undangnya tidak diguna-pakai walaupun sudah merdeka lebih setengah abad, orang-orang Islam yang melakukan jenayah tidak dihukum dengan undang-undang hudud atau qisas di dunia ini. Inilah gambaran ketegasan Nabi bahawa Al Quran hanya tinggal tulisannya untuk dibaca, bukan untuk diamalkan.

Masjid Tersergam Indah Tetapi Kosong Daripada Hidayah Allah



Indahnya masjid disebabkan pengunjungnya


Inilah kebenaran kenyataan Baginda Rasulullah SAW bahawa masjid-masjid umatnya pada akhir zaman memang cukup indah dan megah, tetapi pengisian di dalamnya tidak memberangsangkan. Masjid yang sepatutnya menjadi tempat menyampaikan kuliah agama kadang-kadang sepi daripada pengunjungnya.

Terdapat masjid yang membiayai urusan pembayaran bil elektrik, air dan penyelenggaraan mencecah nilai ringgit yang cukup tinggi, namun kadang-kadang apa yang menduka-citakan kelas pengajian pun tidak ada, ada yang diisi dengan kelas marhaban atau barzanji, itu pun tidak memahami dengan baik maksud apa yang dibacakan. Malah ada pula masjid dipertandingkan sempena Maulidur Rasul sebagai masjid yang paling cantik dan bersih.

Lahirnya Ulama Jahat

Tidak dinafikan juga wujud kalangan ilmuan Islam yang tidak berani untuk menyatakan kebenaran di hadapan pemerintah yang zalim seperti yang disabdakan oleh Baginda, justeru itulah yang diingatkan oleh Baginda dalam hadisnya di atas. Golongan ulama ini sama seperti Bal’am bin Ba’ura (ulama Bani Israil) yang ditegaskan dalam ayat 176 surah Al ‘Araf.

“Dan kalau Kami kehendaki nescaya Kami tinggikan pangkatnya dengan (sebab mengamalkan) ayat-ayat itu. Tetapi ia bermati-mati cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya; maka bandingannya adalah seperti anjing, jika engkau menghalaunya: ia menghulurkan lidahnya termengah-mengah, dan jika engkau membiarkannya: ia juga menghulurkan lidahnya termengah-mengah. Demikianlah bandingan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu supaya mereka berfikir”.
(surah Al ‘Araf ayat 176)

Menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi, Imam Ibni Khathir, Imam Tabari dan ramai mufassirin bahawa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang lelaki dari Negara Yaman bernama Bal’am bin Ba’ura’. Sebilangan ulama lain menyatakan, Bal’am adalah seorang ahli ibadat yang mempunyai kemakbulan doa dari bangsa Bani Israel.

Menurut cerita daripada Ibnu Abbas, pada zaman Nabi Musa a.s ada seorang alim bernama Bal’am bin Ba’ura. Allah s.w.t telah mengurniakan kepada Bal’am rahsia khasiat-khasiat nama-nama Allah Yang Maha Besar (Doa Bal'am bin Ba'ura mustajab). Setelah peristiwa firaun dilemaskan dalam laut, Nabi Musa A.S dan bani Israel yang terselamat terus mengembara sehinggakan hampir sampai dengan negeri tempat tinggal Bal’am. Raja negeri tersebut ketakutan, takut kalau-kalau negerinya diserang oleh kaum yang telah berjaya menewaskan Firaun. Setelah bermesyuarat dengan penasihat-penasihatnya Raja tersebut memutuskan untuk meminta pertolongan Bal’am agar Bal’am menggunakan ilmunya (berdoa) untuk mengalahkan Nabi Musa AS.

Pada mulanya Bal’am masih tidak mahu mendoakan. Akan tetapi setelah isterinya tidak bercakap, melayannya dan menyediakan makanan seperti biasa dibuat. Lama kelamaan Bal’am pun bertanya kepada isterinya mengapa isteri beliau mogok dan beliau tidak dilayan seperti biasa dilakukan. Isteri Bal’am berkata “berdoalah bukan susah seperti yang dipinta oleh Raja”.

Bal’am dengan kekuatan ilmunya dan kemujaraban doanya telah mengenakan sekatan kepada Nabi Musa AS, doa Bal’am itu termakbul, menyebabkan Nabi Musa tersesat di satu tempat yang bernama Teh (sekarang dinamakan semenanjung Sinai) selama 40 tahun.

Kesesatan yang maha dahsyat itu, menyebabkan Nabi Musa bertanya Allah SWT, “Wahai Tuhan, apakah dosa yang kami lakukan sehingga kami tersesat di ladang Teh ini?”.

Jawab Allah SWT, “berpunca dari doa Bal’am”

Nabi Musa berkata lagi kepada Allah, “Wahai Allah, sepertimana kamu mendengar doa Bal’am terhadapku, maka tolong makbulkan doaku terhadap Bal’am”.

Lalu, Nabi Musa mendoakan agar Bal’am dicabut keimanan dari dirinya. Doa Nabi Musa dimakbulkan oleh Allah, menyebabkan Bal’am mati dalam keadaan kufur dan lidahnya terjelir sepertimana anjing.

“Minta berlindung kita dengan Allah daripada menjadi seperti Bal’am bin Ba’ura’”. Wallahua’lam (Kisah ini isra’iliyyat yang wajar dijadikan pengajaran kepada kita).

Kepentingan dunia kerana mahu mengejar pangkat dan populariti menguasai hidup mereka hingga ada yang berani menghalalkan apa yang diharamkan Allah, menyembunyikan kebenaran kerana takut keduniaannya tersekat dan periuk nasinya terjejas hingga sanggup menggadai prinsip-prinsip agama, dalam hal ini, siapa yang makan cili maka dialah yang merasa bahang pedasnya.

Fitnah Tersebar Akibat Kedangkalan Ulama-Ulama Jahat

Fitnah terhadap Islam sudah semakin menular yang tidak pernah terfikir oleh individu Muslim yang baik di sisi Allah. Industri hiburan yang melibatkan artis-artis beragama Islam hingga ke peringkat paling seksi menjadi juadah mata pada hari ini, perkara ini berlaku adalah kerana ulama-ulama yang jahat mendiamkan diri tidak mahu bercakap kerana takut segala kemudahan yang dikecapinya akan hilang, walaupun Islam daripada diri umat Islam bukan menjadi perkiraan hidup.


p/s:untuk renungan bersama...smua yg disebut dlm artikel ni..betul2 berada dihadapan kita sekarang..:(