Earth Hour + A Perfect Life

06 April 2012

0 comments


Minggu ini sedang hangat Kempen Earth Hour di seluruh dunia, tetapi dalam terpandang-pandang gambar kempen tersebut saya mula memikirkan sesuatu yang lain, yang lain menurut pandangan saya hari ini:
60 = umur kita lebih kurang panjangnya kebanyakan umur manusia kini di dunia. kalau lebih tu extra Allah beri untuk perbaiki mana yang silap kalau kita sedar.
Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW,
“Wahai Rasul, manusia yang bagaimanakah yang paling baik?” Rasulullah saw bersabda, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Kemudian orang itu bertanya lagi, “Wahai Rasul, manusia yang bagaimanakah yang paling buruk?” Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang panjang umurnya namun buruk amalnya” (HR. Ahmad).
Firman Allah Surah an-Nahl 70:
“Allah jualah yang telah menciptakan kamu, kemudian ia mewafatkan kamu. Di antara kamu ada yang dipanjangkan umurnya sampai tua bangka, sehingga menjadi tidak tahu apa-apa sesudah dia mengetahui segala-galanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Kuasa.”



Bumi
 = Dunia ini yang saya tempati, Rasullullah saw telah mengingatkan: “Rebutlah lima perkara sebelum terjadi lima perkara: Masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa lapangmu sebelum tiba masa sibukmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu dan masa hidupmu sebelum tiba masa ajalmu.” (HR. Al-Hakim, Baihaqi, Ibnu Abi’ddunia, Ibnul-Mubarrak)
“Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara:
Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan
Tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan
Tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan
Tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya. ”
(HR. Tirmidzi)



Bergelap sejam = Kegelapan selepas kematian adalah lebih lama, cukupkah bekalan amalku yang akan menerangiku di alam kubur sana nanti?
Firman Allah Surah al-baqarah 2:17:
Perbandingan hal mereka (golongan yang munafik itu) samalah seperti orang yang menyalakan api; apabila api itu menerangi sekelilingnya, (tiba-tiba) Allah hilangkan cahaya (yang menerangi) mereka, dan dibiarkannya mereka dalam gelap-gelita, tidak dapat melihat (sesuatu pun).
Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu dilalaikan oleh harta dan anak-anakmu dari mengingat Allah. maka barang siapa melakukan yang demikian, mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah rezeki yang kami berikan kepadamu sebelum maut datang menjumpai seseorang dari kamu; Lalu berkata:’Tuhanku Kalau dapat Engkau tangguhkan matiku sebentar saja, niscaya aku akan memberi sedekah dan aku akan menjadi orang-orang yang mengerjakan kebaikan.’ Allah tidak akan memberi tangguh kepada seseorang apabila telah sampai ajalnya, dan Allah Maha Mengetahui segala yang kamu kerjakan.” (QS 63:9-11)

Ya Allah, Sesungguhnya masa yang ada untuk kami hanyalah sedikit berbanding tanggungjawab yang perlu kami tunaikan. Tiada daya dan kekuatan melainkan-Mu Tetapkanlah iman kami dari hati yang boleh berbalik-balik.

p/s: Tengah buka email..ada artikel ni masuk.. kebetulan pulak.. ada sedikit persamaan dengan khutbah jumaat ari ni ( persediaan kearah kematian)... rasa nak share..harap ada manfaat..:)

Duri Jalanan

26 March 2012

6 comments

Duri Jalanan

Cuba kau pandang kedepan
Duri Jalanan mencucuk hati
Tiada rasa belas kasihan
Tiada rasa simpati
Sifat manusia hilang pada diri insani

Kau kata aku salah
Aku kata kau salah
Bertikam tak mengalah
Menegakkan benang yang tak lurus
Kalau diterbalikkan sama sahaja
Pada ilusi mata yang nampak ok

Dunia terus menjadi tabir
Yang bingung terus menjadi makanan yang cerdik
Yang tidur terus menjadi makanan yang jaga
Yang sedar mulut membisu
Tak mahu diusik periuk nasi dan harta
Biar bangsa tergadai biar agama ditaruh
Hanya kuasa menjadi pertimbangan

Warta dimuka Empat sama menutup mata
Kolum didada akhbar memekakkan telinga
Menjadi racun pada Fikrul Mustanir
Mengelamun dalam kehidupan acuan perasit
Walaupun realiti melaungkan takbir semangat
Tapi akan layu dihempas kekeringan
Tanpa berusaha menyegarkan kembali
Membebaskan minda yang tak berani berubah


Bila suara menyatakan kebenaran
Memulakan kata anjakan demi anjakan
Dari kedudukan kebiasaan
Ada yang terus menghukum
Menjatuhkan dalil itu dan ini
Tanpa sempat memberi tahkik
Hanya senyuman mampu terukir dibibir

Walaupun jalan itu penuh liku
Pasti ada penegak keadilan
Menjadi nadi bergeraknya kebenaran
Walaupun terpaksa merangkak
Dalam samar kabus malam pekat gempita
Itu yang pasti

aku bukan terbaik antara kamu tapi aku ingin menjadi salah seorang yang terbaik itu..

silentkiller ~seeker~
26/03/2012
01.20 Am
B.I.M

P/s: ada salah @ silap harap tegur..diri yang lemah ini banyak melakukan kesilapan..moga Allah merahmati kamu..:)